Rasulullah SAW : ” The Excellent Parenting”

Rahasia Pendidikan ala Rasulullah SAW

Pendidikan Berkarakter dengan  Rahasia  Mendidik Ala Rasulullah SAW dalam Menghargai Perbedaan dan Menjalankan Kehidupan

Oleh : Abu Fadhil Ilmy Muhalla

Dalam suatu hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas ra, bahwa Rasulullah saw bersabda:

عن ابنِ عباسٍ رضي الله عنهما ، قَالَ : كنت خلف النَّبيّ – صلى الله عليه وسلم – يوماً ، فَقَالَ :(( يَا غُلامُ ، إنِّي أعلّمُكَ كَلِمَاتٍ : احْفَظِ اللهَ يَحْفَظْكَ  ، احْفَظِ اللهَ تَجِدْهُ تُجَاهَكَ ، إِذَا سَألْتَ فَاسأَلِ الله ، وإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ باللهِ ، وَاعْلَمْ : أنَّ الأُمَّةَ لَوْ اجْتَمَعَتْ عَلَى أنْ يَنْفَعُوكَ بِشَيءٍ لَمْ يَنْفَعُوكَ إلاَّ بِشَيءٍ قَدْ كَتَبهُ اللهُ لَكَ ، وَإِن اجتَمَعُوا عَلَى أنْ يَضُرُّوكَ بِشَيءٍ لَمْ يَضُرُّوكَ إلاَّ بِشَيءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللهُ عَلَيْكَ ، رُفِعَتِ الأَقْلاَمُ وَجَفَّتِ الصُّحفُ

(رواه الترمذي) ،

 وَقالَ : (( حديث حسن صحيح )) وفي رواية غيرِ الترمذي : (( احْفَظِ الله تَجِدْهُ أَمَامَكَ ، تَعرَّفْ إِلَى اللهِ في الرَّخَاءِ يَعْرِفكَ في الشِّدَّةِ ، وَاعْلَمْ : أنَّ مَا أَخْطَأكَ لَمْ يَكُنْ لِيُصِيبكَ ، وَمَا أصَابَكَ لَمْ يَكُنْ لِيُخْطِئَكَ ، وَاعْلَمْ : أنَّ النَّصْرَ مَعَ الصَّبْرِ ، وَأَنَّ الفَرَجَ مَعَ الكَرْبِ ، وَأَنَّ مَعَ العُسْرِ يُسْراً ))

Artinya:

Dari Ibnu Abbas ra, ia berkata: “Kali tertentu saya berada dibelakang Nabi saw, kemudian beliau bersabda “Hai anak kecil, aku akan mengajarkan kepadamu nbeberapa kalimat, yaitu: “ Jagalah (perintah) Allah niscaya kamu dapati Allah selalu di hadapanmu. Jika engkau minta, mintalah kepada Allah, dan jika engkau meminta pertolongan, maka mintalah pertolongan kepada Allah. Dan ketahuilah, jika umat manusia bersatu untuk memberikan manfaat (kebaikan) kepadamu niscaya mereka tidak akan dapat melakukan hal itu kepadamu kecuali dengan sesuatu hal yang telah ditentukan Allah padamu. Dan jika mereka bersatu hendak mencelakakan dirimu niscaya mereka tidak akan dapat mencelakakanmu kecuali dengan sesuatu yang telah ditentukan Allah padamu. Telah diangkat pena dan telah keringlah (tinta) lembaran-lembaran itu” (HR. Imam Tirmidzi).

Dan dalam riwayat selain Tirmidzi dikatakan, Rosulullah saw bersabda: “Peliharalah (perintah) Allah niscaya engkau akan menemui-Nya dihadapanmu. Hendaknya engkau mengingat Allah diwaktu lapang (senang, niscaya Allah akan mengingatmu diwaktu susahmu. Ketahuilah, sesungguhnya sesuatu yang seharusnya luput mengenaimu, tentulah sesuatu itu tidak akan mengenaimu. Ketahuilah, sesungguhnya kemenangan itu disertai kesabaran, kesenangan itu ada kesudahan, dan sesudah kesulitan, pasti ada kemudahan”.

Apa pengaruh dunia pendidikan?

Pendidikan memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap pembentukan masyarakat sehingga merupakan hal yang penting untuk dibangun sebaik mungkin. Karena karakter masyarakat pada suatu daerah atau Negara dapat dilihat dari pendidikan Negara tersebut. Masyarakat dapat menghargai perbedaan, bekerja sama, terampil, kreatif, cerdas, tidak korup dan terhindar dari perilaku negatif adalah bagaimana pendidikan dapat mengarahkan pembelajaran untuk menimbulkan perubahan perilaku pada diri seseorang sehingga dapat diaplikasikan dalam kehidupan bermasyarakat. Lalu apakah Negara-Negara Maju yang pendidikannya sudah sangat bagus sudah menjamin menghasilkan orang-orang yang berkarakter? Belum tentu, ada hal lain yang diperlukan dalam pendidikan. Pendidikan yang baik bukanlah yang memiliki sarana prasarana yang memadai dan dapat menciptakan siswa yang terampil dalam segala bidang saja. Tetapi pendidikan yang baik adalah sesuai dengan rahasia pendidikan yang diajarkan oleh Rasulullah SAW.

Bagaimana Hasil didikan rasulullah dan cara pendidikan yang diajarkan Rasulullah?

Hasil didikan Rasulullah SAW kepada para sahabat dapat melahirkankan orang-orang hebat seperti Muaz bin Jabal sebagai ahli Fiqih, Abdullah ibn Mas’ud merupakan Qori terbaik, Abu Bakar Ash-Shidiq pemimpin terbaik, Abu Ubaidah bin Jaroh orang yang sangat amanah, Abdurrahman bin Auf sebagai ahli Infaq.

Pada zaman Abasiyyah banyak sekali ilmuan yang pemahaman dan konsep dasar ilmunya digunakan sampai sekarang seperti al Kindi, Ibn Sina, Al Haitam, Ibn Majjah, Al Biruni dan lain-lain. Mereka adalah orang-orang yang mandapatkan pendidikan sesuai dengan pendidikan yang diajarkan Rasulullah SAW.  Para sahabat bukan hanya cerdas secara intelektual saja tapi mampu menjalankan kehidupan dengan baik, menghargai perbedaan, cerdas emotional dan cerdas spiritual.

Rasulullah mengajarkan untuk memiliki kecerdasan spiritual karena dapat memberikan peranan penting sehingga manusia dapat mengetahui hakikat penciptaannya, merumuskan tujuan dan maksud hidupnya serta bagaimana menyikapi kehidupan sosialnya. Manusia yang cerdas spiritual akan memahami bahwa keberhasilan seseorang tidak hanya diukur dengan kemampuan nalar dan berfikir saja tapi sadar akan eksistensi dirinya dalam menjalankan hubungan dengan Allah  SWT maupun hubungan dengan sesama manusia termasuk menghargai perbedaan, mampu mengatasi semua beban hidup yang dialaminya sehingga terbentuk pribadi yang tangguh secara mental dan fisik, yang siap berjuang untuk meraih prestasi terbaik dalam hidupnya. Kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual yang diajarkan oleh Rasulullah kepada para sahabat sehingga mampu menciptakan orang-orang yang luar biasa.

Apa rahasia pendidikan Rasulullah SAW?

             Rahasia pendidikan yang diajarkan kepada para sahabat sehingga menciptakan orang-orang yang kompeten dan berdedikasi adalah dengan mengajarkan dua kunci utama yaitu Aqidah dan Akhirat. Rasulullah membangun dalam diri para sahabat pertama kali adalah Aqidah yang kokoh dalam diri para sahabat yang merupakan awal yang diajarkan kepada mereka sehingga dengan Aqidah yang kuat maka akan melahirkan orang-orang yang cerdas namun kecerdasannya tidak merugikan orang lain dan ilmu yang dimiliki akan selalu bermanfaat bagi sekitarnya. Kunci yang kedua adalah mengingat akhirat. Dengan diajarkan untuk selalu mengingat hari akhir sehingga akan  mempertimbangkan manfaat dan mudhorot dari tindakan yang dilakukan. Mengingat hari akhir maka ilmu yang dimiliki tidak akan digunakan untuk berbuat keburukan.

Jika Aqidahnya baik maka baiklah seluruhnya

Ini rahasia pendidikan Rasulullah kepada para sahabat. Kurikulum pendidikan yang pertama kali diajarkan yaitu Aqidah dan Akhirat. Perbanyak ilmu tentang Aqidah dan Akhirat sehingga segalanya akan mudah dan mendapat ridho Allah SWT.

Dengan menerapkan rahasia Rasulullah SAW dalam mendidik maka akan seperti apa pendidikan dalam menghargai perbedaan?

Pendidikan Aqidah dan Akhirat jika diterapkan dalam pembelajaran maka akan menciptakan generasi muda yang cerdas spiritualnya dan bukan menjadikan pembelajaran menjadi ajang untuk mengejar nilai dan kecerdasan intelektual saja. Tapi sebaliknya akan menjadi tugas mulia yang dipercayakan Allah SWT kepadanya untuk menuntut ilmu melalui berbagai fenomena kehidupan sehingga terwujud masyarakat berkarakter. Karena mata pelajaran yang dipejarinya tidak hanya untuk mendapatkan nilai tinggi melainkan semakin mendekatkan dirinya kepada Allah SWT dan dapat berimplementasi baik dalam setiap perbuatannya sehingga salah satunya dapat menghargai perbedaan.

Bagaimana perbandingan dengan pendidikan saat ini?

Namun saat ini, dunia pendidikan hanya terfokus pada peningkatan kecerdasan intelektual saja tanpa mengembangkan nilai-nilai spiritual dan kemampuan social dari siswa sehingga pendidikan mennciptakan orang yang cerdas secara intelektual namaun rendah kecerdasan emosionalnya. Terciptalah manusia yang kritis yang senang pamer dengan kepintaran verbal dan suka menjatuhkan orang lewat argumentasi, tidak menghargai perbedaan pendapat, arogan, mudah tersinggung, sulit bekerja sama, dan berperilaku negative lainnya. Hal ini terjadi karena tidak diterapkan akidah dalam pembelajaran. Ilmu yang didapatkan tidak memiliki esensi hanya sekedar wawasan saja. Apalagi ilmu tersebut tidak sampai ke hati sehingga tidak terjadi perubahan perilaku hasil pendidikan tersebut.

Apalah artinya cerdas secara intelektual dan emosional tetapi rendah secara spiritual. Orang seperti ini memiliki pengetahuan yang luas, kritis, pandai menyenangkan dan meyakinkan orang lain, bergaul. Namun kecerdasannya itu dipakai untuk korupsi, memfitnah, berbohong, mengambil hak orang lain dan seterusnya. Saat ini banyak orang yang cerdas intelektual hasil dari pendidikan yang tidak menerapkan rahasia  pendidikan Rasul yaitu akidah dan akhirat sehingga menciptakan orang yang dengan kepintarannya digunakan untuk kejahatan canggih sehingga sulit terlacak dan terbongkar serta pintar menutupi perbuatan buruknya. Bak serigala berbulu domba. Orang seperti ini akan sangat berbahaya bagi kehidupan sehingga akan sulit terciptanya masyarakat berkarakter yang saling menghargai kepentingan bersama. Kepentingan pribadi menjadi hal yang paling utama dalam dirinya.

Bagaimana cara pendidik untuk menerapkan rahasia Rasuluh dalam dunia pendidikan saat ini?

Cara pendidik untuk mewujudkan masyarakat berkarakter melalui pendidikan yaitu setiap pembelajaran yang diajarkan selalu dikaitkan dengan pendidikan akidah dan akhirat. Bukan berarti guru dituntut untuk menjadi guru agama atau da’i . contoh misalnya saat mengajarkan tentang konsep bunyi. Frekuensi audio yang dapat didengar manusia adalah < 20 Hz. Frekuensi audio yang diatas 20.000 Hz akan dapat menghancurkan suatu benda dengan dikaitkan bahwa hanya dengan sebuah bunyi/ suara ditiupkannya terompet sangsakala merupakan fenomena bunyi dapat menghancurkan suatu benda keras. Kita sebagai manusia perlu bersyukur memiliki rentang pendengaran antara 20 Hz sampai 20.000 Hz. Jiak kita bisa mendengar bunyi yang < 20 Hz maka kita akan dapat mendengar pedihnya siksa kubur seperti yang didengar oleh binatang sehingga kita tidak mau melakukan aktivitas lagi karena kita dapat mendengar suara alam kubur. Fenomena ilmiah tidak berlawanan dengan fenomena ilahiah.

Bayangkan jika setiap pembelajaran tidak sebatas menciptakan orang-orang yang cerdas intelektual tapi juga cerdas spiritual dan emosional. Inilah pendidikan akidah dan akhirat. Guru fisika dapat berperan penting untuk menegakkan nilai-nilai ketuhanan dalam diri generasi muda sehingga akan terwujud masyarakat yang berakhlak mulia.

Kesimpulan pendidikan yang seperti apa yang harus dilakukan agar terbentuk masyarakat berkarakter yang menghargai perbedaan?

Kecerdasan spiritual seperti rahasia pendidikan Rasulullah yaitu akidah dan akhirat mutlak diperlukan untuk membedakan kebaikan dan keburukan, menghargai perbedaan, dapat merasakan nikamtnya berbuat baik. Karena dunia pendidikan dapat dijadikan sebagai tempat untuk membentuk karakter sehingga dapat terwujudnya masyarakat berkarakter dalam mejalankan kehidupan salah satunya menumbuhkan sikap saling menghargai perbedaan.

Dengan menerapkan rahasia pendidikan ala Rasul dalam pendidikan, maka pendidikan akan senantiasa menghidupkan hati nurani, menjadikan Tuhan Pencipta Alam sebagai pusat orientasi semua tindakan. Sabda Rasulullah SAW,   “ amal paling utama ialah engkau masukkan rasa bahagia pada sesama manusia”

Untuk para pendidik (guru) jadilah guru ruhani bagi siswa sehingga di akhirat nanti tidak ada anak didik kita yang menghujat bahwa perbuatan buruk yang mereka lakukan karena kita tidak pernah mengajarkan untuk berbuat baik. Kita hanya menjelali mereka dengan ilmu tanpa mengajarkan Aqidah kepada mereka sehingga dapat menggunakan ilmu yang dimiliki untuk kebaikan bukan untuk merugikan orang lain. Jika pendidik dapat memberikan pemahaman kepada para siswa tentang konsep yang harus dikuasainya maka kan tercipta manusia-manusia cerdas dalam mengaplikasikan ilmu tersebut dalam sehari-harinya. Ajarkanlah aqidah dan akhirat dalam pendidikan.

Tiada suatu pemberian pun yang lebih utama dari orang tua kepada anaknya, selain pendidikan yang baik

110 total views, 0 views today

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*